Sabtu, 12 Januari 2019

Erupsi Gunung Anak Krakatau Semakin Tinggi

Erupsi Anak Gunung Krakatau yang akhir-akhir ini terus terjadi membuat semua pihak khawatir terutama yang berada di daerah sekitar krakatau. Hal ini karena status dari gunung ini yang semakin aktif dari hari ke hari dan menunjukkan peningkatan. Ada beragam bencana yang mengintai daerah pesisir selat sunda. Yang semuanya dikhawatirkan karena Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan alat sensor tersebut dipasang di Pulau Sebesi di Selat Sunda dan bisa live ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG. Pascatsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018, BMKG merintis sistem peringatan dini akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamakan Indonesia Seismic Information System (InaSEIS). Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal.

"Hingga saat ini di dunia belum ada sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Namun, BMKG merancang permodelan mandiri," kata Daryono sebagaimana dikutip Antara, Rabu (2/1). BMKG berharap sistem yang dirintis ini dapat bermanfaat dan memberikan peringatan dini jika terjadi tsunami di Selat Sunda. Menurut Daryono, hingga saat ini gempa bumi maupun tsunami belum bisa diprediksi. Jadi, jika banyak beredar terkait prediksi gempa dan tsunami, sebaiknya masyarakat mengabaikan saja berita tersebut.

Akankah ada langkah antisipasi yang lebih baik dalam penanganan bencana kedepannya? Indonesia mungkin negara dengan kemungkinan bencana paling banyak, namun belum tentu semuanya itu tak bisa dicegah dan diatasi. Ada berbagai macam hal yang seharusnya bisa dipersiapkan lebih matang oleh pemerintahan di Indonesia terkait potensi bencana ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar